Golongan Pertama Kaum Muslim


Golongan Pertama Kaum Muslim

                              Gambar : Illustrasi

Dalam mengenalkan Islam, pertama-tama Rasulullah ﷺ Menyampaikan tentang Islam yakni kepada orang terdekat beliau di lingkungan keluarga dan teman. Dikutip dari buku Sirah Nabawiyah  oleh Ar-Rahiq al-Makhtum.  Rasulullah ﷺ menyerukan Islam kepada orang-orang yang dikenal dan mengenal beliau, yang diperkirakan akan menyambut positif. Beliau mengenal obyek dakwah pertama itu sebagai orang-orang yang menyukai kebenaran dan kebaikan sementara mereka mengenal beliau sebagai sosok yang jujur dan saleh.

Ajakan ini dipenuhi oleh mereka yang tidak meragukan kemuliaan Rasulullah ﷺ. Mereka sangat yakin pada keagungan dan kebenaran informasi beliau. Mereka ini dalam sejarah Islam dikenal sebagai as-sabiqunal awwaliin (orang-orang yang pertama kali memeluk Islam),

Mereka adalah:

♦ Khadijah binti Khuwailid, istri Nab Muhammad ﷺ;

♦ Zaid bin Haritsah bin Syarahil al-Kalbi, mantan budak Nabi Muhammad ﷺ;

♦ Ali bin Abi Thalib, kemenakan Nabi Muhammad shallallahu ﷺ;
yang waktu itu masih anak-anak dan diasuh oleh beliau;

♦ Abu Bakar ash-Shiddiq, kawan karib Nabi Muhammad ﷺ;

Mereka semua menyatakan keislamannya di awal dakwah Nabi Muhammad ﷺ.

Selanjutnya, Abu Bakar ash-Shiddiq turun tangan dalam dakwah Islam. Abu Bakar dikenal lemah lembut, simpatik, luwes dalam pergaulan, berakhlak mulia, serta cukup dikenal oleh masyarakat.

Para pemuka kaumnya sering mendatanginya. Mereka menyukainya karena pengetahuannya, kemampuannya berdagang, dan pergaulannya yang baik.

Abu Bakar mulai mengajak orang-orang dari kabilahnya. Dipilihnya orang orang yang percaya kepadanya, yang kenal betul dengan dirinya, dan termasuk kawan bergaulnya. Berkat dakwah Abu Bakar, masuk Islamlah orang-orang berikut.

•️ Utsman bin Affan al-Umawi;

️• Zubair bin Awwam al-Asadi;

•️ Abdurrahman bin Auf az-Zuhri;

️• Sa’ad bin Abi Waqqash az-Zuhri;

•️ Thalhah bin Ubaidillah at-Taimi.

Mereka inilah yang pertama kali menyatakan keislamannya. Bahkan, mereka merupakan kelompok pertama perintis Islam.

Pada tahap berikutnya, masuk Islamlah orang-orang lain, seperti:

♦ Abu Ubaidah Amir bin Jarrah dari Bani Harits bin Fihr, lelaki yang belakangan
dijuluki “kepercayaan umat ini,”

♦ Abu Salamah bin Abdullah al-Makhzumi beserta istrinya, Ummu Salamah;

♦ Arqam bin Abil Arqam al-Makhzumi;

♦ Utsman bin Mazh’un al-Jumahi dan dua saudaranya, Qudamah dan Abdullah;

♦ Ubaidah bin Harits bin Muththalib bin Abdu Manaf;

♦ Sa’id bin Zaid al-Adawi dan istrinya, Fathimah binti Khaththab al-Adawiyah,
saudara perempuan Umar bin Khaththab;

♦ Khabbab bin Arat at-Tamimi;

♦ Ja’far bin Abi Thalib beserta istrinya, Asma binti Umais;

♦ Khalid bin Sa’id bin Ash al-Umawi dan istrinya, Aminah binti Khalaf;

♦ Amr bin Sa’id bin Ash, saudara Khalid;

♦ Hathib bin Harits al-Jumahi beserta istrinya, Fathimah binti Mujallil;

♦ Khaththab bin Harits, saudara Hathib, beserta istrinya, Fakihah binti Yasar;

♦ Ma’mar bin Harits, saudara Hathib juga;

♦ Muththalib bin Azhar az-Zuhri beserta istrinya, Ramlah binti Abi Auf;

♦ Nu’aim bin Abdullah an-Nuham al-Adawi.

Mereka semua adalah keturunan Quraisy dari berbagai suku dan kabilah.

Adapun dari luar suku Quraisy, para pemeluk Islam pertama di antaranya:

∗ Abdullah bin Mas’ud al-Hadzali;

∗ Mas’ud bin Rabi’ah al-Qari;

∗ Abdullah bin Jahsy al-Asadi dan saudaranya, Abu Ahmad bin Jahsy;

∗ Bilal bin Rabah al-Habsy;

∗ Shuhaib bin Sinan ar-Rumi;

∗ Ammar bin Yasir al-Ansi dan ayahnya, Yasir, serta ibunya, Sumayyah,

∗ Amir bin Fuhairah.

Sedangkan pemeluk Islam pertama dari kalangan perempuan selain yang telah disebutkan awal di atas, di antaranya:

•️ Ummu Aiman yang punya gelar “anugerah bangsa Habasyah”;

•️ Ummul Fadhl Lubabah Kubra binti Harits al-Hilaliyah, istri Abbas bin Abdul
Muththalib:

•️Asma’ binti Abi Bakar ash-Shiddiq.

Mereka semua disebut as-sabiqun al-awwalûn.

Dari hasil penelitian, orang yang termasuk kategori “pemeluk Islam pertama” itu mencapai 130 orang lelaki dan perempuan. Namun, belum diketahui pasti apakah mereka seluruhnya, ataukah cuma sebagian, masuk Islam sebelum dakwah Nabi secara terang-terangan.

Kisah-kisah Lain



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !! Sorry nih, Gak bisa di copas