Yang harus Kita ketahui tentang Al Masih Ad Dajjal dan Dajjal kecil (1)

Yang harus kita Ketahui tentang Al Masih Ad-Dajjal dan Ad Dajjal/Dajjal kecil (1)

Gambar : Illustrasi

Fakta 1 Tentang Al Masih Ad DajjalKehadiran/Kemunculan Al Masih Ad Dajjal yang Asli selalu berdampingan atau diawali dengan Kehadiran Jesasah (sosok mahluk yang berbulu) yang bersifat sosok ‘Mahluk Penjaga’ Al Masih Ad Dajjal.Fakta 2 Tentang Al Masih Ad DajjalKemunculan atau Kehadiran Al Masih Ad Dajjal yang Asli diawali 4 Peristiwa sebelumnya (sesuai dalam hadist Nabi dibawah ini)Fakta 3 Tentang Al Masih Ad DajjalKemunculan atau Kehadiran Al Masih Ad Dajjal yang Asli sudah TERBUKTI ADA mahluknya, sebagaimana pernah ditemui Sahabat Rasulullah ﷺ yakni Tamin ad-Dari radhyallahu ‘anhu.
Previous
Next

Dari Fathimah Binti Qais Radhiyallahu ‘anha, dia berkata : Aku mendengar seruan seorang penyeru, penyeru Rasulullah ﷺ sedang berseru untuk shalat berjamaah. Maka aku pun pergi ke masjid. Kemudian aku mengerjakan shalat bersama Rasulullah ﷺ. Aku berada di shaf wanita yang ada di belakang kaum laki-laki. Tatkala Rasulullah ﷺ menyelesaikan shalatnya, beliau duduk di atas mimbar sambil tertawa. Beliau bersabda, “Hendaklah setiap orang tetap berada di tempat shalatnya.” Selanjutnya beliau bersabda, “Tahukah kalian mengapa aku mengumpulkan kalian?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Sungguh aku, demi Allah, aku tidak mengumpulkan kalian untuk sesuatu yang menyenangkan atau yang menakutkan. Akan tapi aku mengumpulkan kalian karena Tamim Ad-Dari, orang yang beragama Nasrani, dia telah datang untuk berbaiat dan masuk Islam. Dia telah menceritakan kepadaku sebuah cerita yang sesuai dengan apa yang dulu pernah kuceritakan kepada kalian tentang Al-Masih Dajjal. Dia bercerita kepadaku bahwa pada suatu ketika dia naik kapal laut bersama 30 orang lelaki dari Suku Lakhm dan Judzam. Ombak samudra mempermainkan mereka selama sebulan penuh di tengah lautan. Lalu mereka ini berlindung ke satu pulau di tengah lautan. Hingga matahari tenggelam, mereka masih duduk-duduk saja di sekoci. Kemudian mereka pun memasuki pulau itu. Tiba-tiba sesosok makhluk melata yang tebal dan lebat rambutnya menghadang. Mereka tidak bisa membedakan mana bagian depannya dan mana pula bagian belakangnya karena sangat lebatnya rambut makhluk tersebut.” (Selanjutnya Tamim Ad-Dari Radhiyallahu ‘anhu menceritakan:)

Mereka bertanya, “Celaka kamu, siapakah kamu?”

Makhluk itu menjawab, “Saya adalah Jassasah.”

Mereka bertanya, “Apakah Jassasah itu?”

Makhluk itu berkata, “Wahai kaum, pergilah kalian untuk menemui lelaki yang ada di rumah itu, karena dia sangat ingin mengetahui berita kalian.”

Tamim berkata, “Tatkala Jassasah menyebutkan kepada kami nama seorang lelaki, maka kami khawatir kalau-kalau Jassasah tersebut seekor setan betina.”

Tamim berkata, “Kami bergegas pergi sehingga kami memasuki rumah yang dimaksud. Ternyata di dalamnya ada seorang manusia terbesar, tertinggi dan terkuat di antara yang pernah kami lihat. Sebuah rantai besi membelenggu kedua tangannya sehingga bersatu dengan tengkuknya, demikian juga dua lututnya dengan dua telapak kakinya dirantai.”

Kami berkata, “Celaka kamu, siapakah kamu?”

Orang itu berkata, “Takdir kalian telah menentukan kalian untuk mengetahui keadaan diriku ini, sekarang kalian beritahu aku tentang keadaan kalian?”

Mereka berkata, “Kami adalah serombongan orang dari bangsa Arab. Kami naik kapal laut kemudian ombak lautan menghebat hingga mengombang-ambingkan kami selama sebulan. Selanjutnya kami berlindung di pulaumu ini. Kami duduk-duduk di sekoci kami. Selanjutnya kami masuk ke pulau ini. Sesosok makhluk melata yang lebat dan tebal rambutnya tiba-tiba saja menghadang kami, tidak diketahui mana bagian depannya dan mana pula bagian belakangnya karena kelebatan dan ketebalan rambutnya. Kami berkata, “Celaka kamu, siapakah kamu?” Dia menjawab, “Aku adalah Jassasah.” Kami bertanya, “Apa Jassasah itu?” Dia menjawab, ‘Kalian temuilah pria yang ada di rumah itu, karena dia sangat rindu kepada berita kalian.” Lalu kami segera menemuimu. Kami takut kepada makhluk itu. Kami tidak merasa aman karena mungkin saja ia seekor setan betina.”

Pria itu berkata, “Kalian beritahukanlah kepadaku tentang kebun kurma Baisan.”1 

Kami balik bertanya, “Apanya yang kamu tanyakan beritanya?”

Dia menjawab “Aku bertanya kepada kalian tentang pohon kurmanya, apakah sudah berbuah?”

Kami menjawab kepadanya, “Ya, sudah.”

Dia berkata, “Ketahuilah, sesungguhnya hampir saja pohon-pohon itu tidak berbuah lagi.”

Dia berkata, “Kalian beritahukan kepadaku tentang danau Thabariyah (Tiberia).” 2

Kami bertanya, “Apanya yang engkau tanyakan?”

Dia menjawab, “Apakah danau itu masih ada airnya.”

Mereka menjawab, “Danau itu airnya masih banyak.”

Dia berkata, “Ketahuilah, sungguh airnya sebentar lagi akan habis.”

Dia berkata lagi, “Beritahukan kepadaku tentang mata air Zughar.”3

Mereka balik bertanya. “Apanya yang kamu tanyakan?”

Dia menjawab, “Apakah di mata air itu masih ada air? Dan apakah orang-orang di sekitarnya masih bertani dengan air dari mata air itu?”

Kami menjawab kepadanya, “Ya, mata air itu masih berlimpah airnya dan orang-orang yang tinggal di tempat itu masih bercocok tanam dengan aliran airnya.”

Dia bertanya lagi, “Kalian beritahukanlah kepadaku tentang nabinya orang-orang yang buta huruf, apa yang Sudah dia kerjakan?”4

Mereka menjawab, “Dia sudah muncul dari Mekkah dan sekarang tinggal di Yatsrib.”

Dia bertanya, Apakah orang-orang Arab memeranginya?”

Kami menjawab, “Ya.”

Dia bertanya, “Apa yang dia lakukan terhadap mereka.”

Lantas kami memberitahukan kepadanya perihal sudah munculnya orang yang mengikuti dan menaati nabi tersebut dari kalangan bangsa Arab.
Dia bertanya kepada mereka, “Sudah terjadi seperti itu?”

Kami menjawab, “Ya.”

Dia berkata, “Kalau demikian, sungguh lebih baik bagi mereka untuk menaatinya. Aku benar-benar akan memberitahu kalian tentang diriku ini. Sesungguhnya aku ini adalah Al-Masih (Dajjal). Sungguh hampir saja aku diizinkan untuk keluar. Aku akan keluar dan aku akan berjalan di muka bumi ini. Aku takkan menyisakan satu negeri pun kecuali aku kuasai dalam waktu 40 malam, kecuali Mekkah dan Thaibah (Madinah). Dua negeri itu telah diharamkan untuk diriku, kedua-duanya. Setiap kali aku hendak memasuki salah satu dari keduanya, selalu saja ada malaikat yang menghadangku. Malaikat itu membawa pedang yang terhunus. Dia menghalangiku darinya. Sesungguhnya pada setiap celah darinya terdapat malaikat yang menjaganya.”

Fathimah binti Qais berkata :
Rasulullah ﷺ bersabda sambil mengetuk-ketuk mimbar dengan tongkat beliau, “Inilah Thaibah. Inilah Thaibah. Inilah Thaibah (yang beliau maksudkan adalah Madinah). Apakah aku sudah menceritakannya kepada kalian?”

Orang-orang menjawab, “Ya, sudah.”

Bersabda Rasulullah ﷺ, “Sungguh kisah Tamim itu membuatku takjub. Sungguh kisah Tamim itu sesuai dengan apa yang pernah kuceritakan kepada kalian tentangnya, tentang Madinah, dan tentang Mekkah. Ketahuilah, sesungguhnya pulau tersebut berada di laut Syam, atau laut Yaman. Tidak, bahkan dia datang dari arah timur. Itulah dia, dari arah timur. Itulah dia, dari arah timur. Itulah dia.”
Beliau berisyarat dengan tangan beliau menunjuk ke arah timur.

HR. (ini hanya Ringkasan) dari Riwayat Imam Muslim secara panjang lebar pada kitab Shahih-nya, Kitâb Al-Fitan, hadits No. 2942, dan juga dari Muslim bi Syarh An-Nawawi (9/270).

1,2,3,4 = hal di atas, adalah Pertanyaan Jelas/Pola awal-awal Peristiwa  Kemunculan dirinya nantinya. wallahu a’lam

Berkaitan dengan Akhir Zaman lainnya



Diterbitkan

dalam

oleh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !! Sorry nih, Gak bisa di copas