Yang harus KITA ketahui tentang Al masih Ad Dajjal dan Dajjal kecil (3)


Yang harus KITA ketahui tentang Al Masih Ad Dajjal dan Dajjal Kecil (3)

 

Dari Tsaubania berkata: Rasulullah ﷺ bersabda : Kiamat tidak terjadi sehingga suku-suku dari umatku bergabung dengan orang-orang musyrik dan hingga mereka menyembah berhala. Di tengah umatku kelak akan ada tiga puluh (30) Pendusta masing masing mengaku sebagai nabi, padahal aku adalah penutup para nabi, tidak ada nabi sesudahku

HR. Abu Dawud, Hadist No. 4252 dan Tirmidzi Hadist No. 2219, Al-Fitan, dishahihkan oleh Al-Albani

 

KISAH IBNU SHAYYAD

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Kami pergi menunaikan haji atau umrah, Ibnu Sha’id (Shayyad) bersama kami. Kami singgah di suatu tempat, orang-orang berpencar dan yang tersisa hanya aku dan dia, aku sangat tidak senang padanya karena yang dikatakan orang-orang tentang dia. la membawa barang-barang perbekalannya lalu diletakkan bersamaan dengan barang-barangku. Aku berkata, “Cuaca panas sekali, andai kau meletakkanya di bawah pohon itu.”

Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu berkata, “la pun melakukannya.” Abu Sa’id berkata, “Lalu didatangkanlah seekor kambing, ia pergi lalu datang dengan membawa gelas besar.”

Ibnu Sha’id (Shayyad) berkata, “Minumlah wahai Abu Sa’id.”

Aku berkata, “Cuaca panas sekali, dan susu itu juga panas.” Padahal sebenarnya aku hanya tidak ingin minum sesuatu dari tangannya. Atau ia berkata, mengambil minuman dari tangannya.

Lalu Ibnu Sha’id (Shayyad) berkata, “Wahai Abu Sa’id, ingin rasanya aku mengambil tali lalu kuikat di pohon kemudian aku gantung diri karena ucapan banyak orang tentang diriku. Wahai Abu Sa’id, jika di sana ada orang yang mengalami kesamaran terhadap hadits Rasulullah ﷺ, maka sesungguhnya tidak ada kesamaran atas kalian wahai kaum Anshar. Bukankah engkau termasuk orang yang paling tahu tentang hadits Rasulullah ﷺ ? Bukankah beliau pernah bersabda bahwa ia (Dajjal) kafir sementara aku Muslim? Bukankah Rasulullah ﷺ bersabda : bahwa ia (Dajjal) mandul sementara aku punya anak, dan aku tinggalkan anakku di Madinah? Bukankah Rasulullah ﷺ pernah bersabda bahwa ia (Dajjal) tidak bisa memasuki Madinah dan Makkah sementara aku telah meninggalkan Madinah dan sekarang aku hendak ke Makkah?”

Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu berkata, “Hampir saja aku menerima alasannya (Ibnu Sha’id/Shayyad)”.

Setelah itu Ibnu Sha’id (Shayyad) berkata, “Sungguh, demi Allah, aku benar-benar mengetahuinya (Dajjal), aku mengetahui tempat kelahirannya dan di mana sekarang ia berada.”

 Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku pun berkata padanya, “Celakalah kau sepanjang hari ini”. 

HR. Muslim, Hadist No. 2927 (Shahih Muslim bi Syarh An-Nawawly 9/ 244)


                   

          * Diriwayat lain,

Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu berkata, “Dikatakan kepada Ibnu Sha’id (Shayyad),

“Hai Ibnu Sha’id (Shayyad) !! Apakah kamu senang kalau kamu adalah dia (Dajjal)?’

Maka ia (Ibnu Shayyad)  menjawab, ‘Kalau itu ditawarkan kepadaku, aku tidak membencinya”. HR. Muslim, Hadist No. 2927 (Shahih Muslim bi Syarh An-Nawawiy 9/ 243). 

           ** (DIKISAHKAN tentang Ibnu Shayyad dalam selang beberapa tahun kemudian), ada riwayat lain :

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Kami kehilangan Ibnu Shayyad pada peristiwa Al-Harrah.”

HR. Abu Dawud, Hadist No. 4334 (4/212). Ibnu Hajar berkata: Sanadnya shahih. (Fathul Bariy 13/ 81). Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani (Misykátul Mashabih tahqiq Al Albani 3/195).

 

Berkaitan dengan Akhir Zaman lainnya



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !! Sorry nih, Gak bisa di copas